“Kia?! Ternyata kamu biang kerok semua petaka ini ya!” lengkingan vokalnya mengikis gendang telingaku cukup dalam. “Maafkan aku, aku terpaksa. Jika tidak, dia akan menghabisiku.” sahut gadis berambut pirang sebahu yang menggandeng jemariku dengan cincin menghiasi jarinya berukirkan huruf ‘K’. Aku benar-benar tak paham bagaimana mengungkap bait yang ku rasa. Bibir terkunci rapat dengan sedikit…